Wisdom

"Melatih serta memelihara keyakinan & kepercayaaan diri, dengan menyadari kekuatan dan kelebihan yang kita miliki. Kemudian, siap berjuang selangkah demi selangkah menuju sasaran hidup yang telah kita tentukan. Dengan kekayaan mental seperti ini, pastilah kemajuan dan kesuksesan yang lebih baik akan dapat kita peroleh." by Andrie Wongso

Selasa, 02 Februari 2010

Profile Kota Lhokseumawe



Sejarah Kota

 Asal Kata Lhokseumawe adalah "Lhok' dan 'Seumawe". Lhok artinya dalam, teluk, palung laut, dan Seumawe artinya air yang berputar - putar atau pusat mata air pada laut sepanjang lepas pantai Banda Sakti dan Sekitarnya.
Sebelum abad ke XX negeri ini telah diperintah oleh Uleebalang Kutablang. Tahun 1903 setelah perlawanan pejuang aceh terhadap penjajah Belanda melemah, Aceh mulai dikuasai. Lhokseumawe menjadi daerah taklukan dan mulai saat itu status Lhokseumawe menjadi Bestuur Van Lhokseumawe dengan Zelf Bestuurder adalah Teuku Abdul Lhokseumawe tunduk dibawah Aspiran Controeleur dan di Lhokseumawe berkedudukan juga Wedana serta Asisten Residen atau Bupati.
Pada Dasawarsa kedua abad ke XX itu, diantara seluruh daratan Aceh, salah satu pulau kecil luas sekitar 11 Km2 yang dipisahkan Sungai Krueng Cunda diisi bangunan - bangunan Pemerintah Umum, Militer dan Perhubungan Kereta Api oleh Pemerintah Belanda. Pulau kecil dengan desa - desa Kampung Keude Aceh, Kampung Jawa, Kampung Kutablang, Kampung Mon Geudong, Kampung Teumpok Teungoh, Kampung Hagu, Kampung Uteuen Bayi, dan Kampung Ujong Blang yang keseluruhannya baru berpenduduk 5.500 jiwa secara jamak di sebut Lhokseumawe. Bangunan demi bangunan mengisi daratan ini sampai terwujud embrio kota yang memiliki pelabuhan, pasar, stasiun kereta api dan kantor - kantor lembaga pemerintahan.
Sejak Proklamasi Kemerdekaan, Pemerintahan Negara Republik Indonesia belum terbentuk sistemik sampai kecamatan ini. Pada mulanya Lhokseumawe digabung dengan Bestuurder Van Cunda. Penduduk didaratan ini makin ramai berdatangan dari daerah sekitarnya seperti Buloh Blang Ara, Matangkuli, Blang Jruen, Lhoksukon, Nisam, cunda serta Pidie.
Pada tahun 1956 dengan Undang - undang DRT Nomor 7 Tahun 1956, terbentuk daerah - daerah otonom kabupaten - kabupaten dalam lingkup daerah Propinsi Sumatera Utara, dimana salah satu kabupaten diantaranya adalah Aceh Utara dengan ibukotanya Lhokseumawe.
Kemudian Pada Tahun 1964 dengan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Aceh Nomor : 34/G.A/1964 tanggal 30 Nopember 1964, ditetapkan bahwa kemukiman Banda Sakti dalam KEcamatan Muara Dua, dijadikan Kecamatan tersendiri dengan nama Kecamatan Banda Sakti.
Berdasarkan Undang - undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok - pokok Pemerintahan di Daerah, berpeluang meningkatkan status Lhokseumawe menjadi Kota Administratif, pada tanggal 14 Agustus 1986 dengan Peraturan Daerah Nomor 32 Tahun 1986 Pembentukan Kota Administratif Lhokseumawe ditandatangai oleh Presiden Soeharto, yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Soeparjo Roestam pada tanggal 31 Agustus 1987. Dengan adanya hal tersebut maka secara De Jure dan de Facto Lhokseumawe telah menjadi Kota Administratif dengan luas wilayah 253,87 Km2 yang meliputi 101 desa dan 6 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan yaitu : Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua, Kecamatan Dewantara, Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan Blang Mangat.
Sejak Tahun 1988 gagasan peningkatan status Kotif Lhokseumawe menjadi Kotamadya mulai diupayakan sehingga kemudian lahir UU Nomor : 2 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Lhokseumawe tanggal 21 Juni 2001 yang ditanda tangani Presiden RI Abdurrahman Wahid, yang wilayahnya mencakup tiga kecamatan, yaitu : Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Blang Mangat. 

Visi dan Misi

VISI KOTA LHOKSEUMAWE
Bersama Rakyat Kita Membangun dan Mewujudkan Kota Lhokseumawe yang Islami, Makmur, Sejahtera dan Beradat (Bersih, Aman dan Tertib).
Adapun penjelasan dari Visi tersebut diatas adalah :
1. Bersama rakyat kita membangn adalah keikut sertaan stakerholder dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan. Penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik (Good governance), sehingga pemerintah bukan menjadi aktor tunggal dalam pelaksanaan pembangunan, tetapi peran dan partisipasi baik masyarakat maupun swasta saling mengisi dan bersinergi untuk mewujudkan visi Kota Lhokseumawe;
2. Mewujudkan Kota Lhokseumawe yang Islami adalah kehidupan masyarakat dan kehidupan berpemerintahan dilandasi nilai - nilai Agama Islam.
3. Beradat (bersih, aman, tertib) adalah kehidupan dan dinamika Kota Lhokseumawe yangselalu menampilkan kondisi bersih, aman dan tertib.
4. Makmur dan sejahtera adalah pembangunan yang dapat mewujudkan kesejahteraan yang dapat diukur dengan indeks pembangunan manusia (IPM)
MISI KOTA LHOKSEUMAWE
1. Memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa barang dan jasa publik meliputi akses terhadap pelayanan air minum, kesehatan dan pendidikan;
2. Memperkuat dan meningkatkan Kapasitas dan Kinerja Pemerintahan yang berlandaskan pada prinsip yang Demokratis, Transpran, Akuntabel, Efektif, Efisien, Distributif dan Partisipatif;
3. Melakukan Deregulasi dalam rangka mendorong pemberdayaan masyarakat;
4. Mendorong pengembangan sektor - sektor ekonomi kerakyatan meliputi perdagangan, jasa, industri dan pariwisata guna memperluas kesempatan kerja dan peningkatan daya beli masyarakat;
5. Meningkatan pembangunan politik masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan;
6. Meningkatkan sarana dan prasarana kota;
7. Menciptakan nuansa islami dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara dan berkarya

Lambang dan Arti

 Logo Pemkot Lhokseumawe
LAMBANG KOTA LHOKSEUMAWE
Bintang / Kubah Mesjid
Melambangkan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa
Pita Merah Putih
Melambangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Padi dan Kapas
Melambangkan Kemakmuran
Rumoh Aceh / Pintu Aceh
Melambangkan Ciri Khas Budaya Aceh

Geografis

Secara Geografis Kota Lhokseumawe berada pada posisi 04° 54’ – 05° 18’ Lintang Utara dan 96° 20’ – 97° 21’ Bujur Timur, yang diapit oleh Selat Malaka. Kota Lhokseumawe memiliki luas wilayah 181,10 Km², yang secara administratif meliputi 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Banda Sakti, Kecamatan Muara Dua, Kecamatan Blang Mangat dan Kecamatan Muara Satu dengan batas – batas sebagai berikut :
v Sebelah Utara dengan Selat Malaka.
v Sebelah Barat dengan Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara.
v Sebelah Selatan dengan Kecamatan Kuta Makmur Kabupaten Aceh Utara.
v Sebelah Timur dengan Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara.
Banyaknya Desa : 62 Desa
Banyaknya Kelurahan : 6 Kelurahan.
Banyaknya Mukim : 9 Kemukiman.
Banyaknya Kecamatan : 4 Kecamatan.
Luas Wilayah :
o Kecamatan Blang Mangat : 56,12 Km2
o Kecamatan Muara Dua : 57,80 Km2
o Kecamatan Muara Satu : 55,90 Km2
o Kecamatan Banda Sakti : 11,24 Km2
 
Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut Letak Geografis
No
Kecamatan
Letak Geografis
Jumlah
Pantai
Lembah
Lereng
Dataran
1
2
3
4
5
6
7
1.
2.
3.
4.
Blang Mangat
Muara Dua
Muara Satu
Banda Sakti
3
4
3
8
0
0
0
0
5
3
4
0
14
10
4
10
22
17
11
18
Jumlah
18
0
12
38
68


Penduduk

Tahun 2006 Penduduk Kota Lhokseumawe berjumlah tidak kurang dari 156.556 jiwa, terdiri dari 77.898 jiwa laki – laki dan 78.658 jiwa perempuan. Dengan demikian sex ratio penduduk Kota Lhokseumawe adalah 1,01 atau dalam setipa 100 jiwa penduduk laki – laki terdapat 101 jiwa penduduk perempuan.
Konsentarsi penduduk lebih banyak berada di Kecamatan Banda Sakti sebagai Pusat Pemerintahan Kota Lhokseumawe dan sekaligus masih merupakan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara. Penduduk di kecamatan ini mencapai 70.569 jiwa (45,08%) dari total penduduk Lhokseumawe, disusul oleh Kecamatan Muara Dua, penduduknya adalah 36.505 jiwa (23,32%) dan Kecamatan Muara Satu jumlah penduduk 30.930 jiwa (19,36%). Sementara penduduk yang paling sedikit adalah di Kecamatan Blang Mangat yaitu hanya 18.552 jiwa (11,85%)
Dibanding tahun 1996, penduduk Kota Lhokseumawe pda tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata – rata sebesar 0,87% / tahun. Pada tahun 1996, penduduk Kota Lhokseumawe masih berjumlah 145.233 jiwa. Dilihat secara kecamatan, pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi selama kurun waktu 1996 – 2006 terjadi di Kecamatan Blang Mangat. Pertumbuhan penduduk di kecamatan ini mencapai 2,97%. Di Kecamatan Banda Sakti pertumbuhan penduduk sebesar 0,83%, sedangkan di Kecamatan Muara Dua dan Muara Satu masing – masing pertumbuhan penduduk sebesar 0,43%.
 
KEADAAN DAN PERKEMBANGAN PENDUDUK KOTA LHOKSEUMAWE, TAHUN 1996-2006
NO
KECAMATAN
PENDUDUK TAHUN
PERTUMBUHAN
(%)
1996
2006
1.
2.
3.
4.
Banda Sakti
Muara Dua
Blang Mangat
Muara Satu
14.636
35.154
29.786
65.657
18.552
36.505
30.930
70.569
2,97
0,43
0,43
0,83
Jumlah
145.233
156.556
0,87
Dengan laju pertumbuhan sebesar 0,87% pertahun selama periode 1996 – 2006 (Lhokseumawe dalam angka 2006, BPS) dan diasumsikan tidak mengalami dinamika penduduk yang cukup extreme, maka pertumbuhan penduduk Kota Lhokseumawe pada tahun 2012 akan mencapai 164.908 jiwa.
 
PROYEKSI PENDUDUK KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2007 - 2012
NO
TAHUN
JUMLAH (JIWA)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
2007
2008
2009
2010
2011
2012
157.918
159.292
160.678
162.076
163.486
164.908
PERTUMBUHAN RATA – RATA (%)
0,87
Tingkat kepadatan penduduk Kota Lhokseumawe secara rata – rata adalah 865 jiwa/Km2. namun distribusi penduduk dimasing – masing kecamatan relative tidak merata. Kecamatan Banda Sakti merupakan wilayah yang paling padat penduduknya, yaitu rata – rata mencapai 6.278 jiwa/Km2. sementara di Kecamatan Muara Dua, Blang Mangat dan Muara Satu masing – masing hanya didiami oleh 632 jiwa, 331 jiwa dan 553 jiwa per kilometer persegi.
Oleh karena itu, dengan proyeksi penduduk Kota Lhokseumawe pada tahun 2012 mencapai 164.908 jiwa, diperkirakan konsentrasi penduduk akan semakin lebih besar di Kecamatan Banda Sakti, kondisi ini berlaku apabila tidak diikuti oleh pengembangan permukiman dan pengembangan aktifitas – aktifitas ekonomi kewilayah – wilayah luar Kecamatan Banda Sakti.
 

TINGKAT KEPADATAN PENDUDUK DI KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2005
No
Kecamatan
Jumlah
Penduduk
(Jiwa)
Luas
Wilayah
(Km2)
Rata2 Kepadatan
Penduduk
(Jiwa/Km2)
1.
2.
3.
4.
Banda Sakti
Muara Dua
Blang Mangat
Muara Satu
70.569
36.505
18.552
30.930
11,24
57,80
56,12
55,90
6.278
632
331
553
KOTA LHOKSEUMAWE
156.556
181,08
865



Sumber artikel : http://www.lhokseumawekota.go.id

0 komentar:

Poskan Komentar